Wednesday, November 25, 2009

MEMBANGUN BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


Dalam dunia pendidikan masih ada kalangan pendidik yang menyatakan bahwa keberhasilan pendidikan hanya diukur dari tercapainya target akademis siswa. Karena itu wajar jika sebagian mereka ada yang mengajar hanya dengan orientasi bahwa siswa harus mendapatkan nilai akademis setinggi-tingginya jika ingin dianggap telah berhasil.
Belum terfikirkan bagaimana proses pembelajaran membawa siswa kepada sosok generasi bangsa yang tidak sekedar memiliki pengetahuan, tetapi juga memilki moral yang mencerminkan nilai-nilai luhur yang tertanam dalam benak siswa. Seiring dengan era globalisasi dan kemajuan dunia informasi, bangsa Indonesia tengah dilanda krisis nilai-nilai luhur yang menyebabkan martabat bangsa Indonesia dinilai rendah oleh bangsa lain. Oleh karena itu, karakter bangsa Indonesia saat ini perlu dibangun kembali.

NILAI-NILAI KARAKTER BANGSA
Tampaknya tidak berlebihan jika bangsa Indonesia saat ini digambarkan sebagai bangsa yang mengalami penurunan kualitas karakter bangsa. Mulai dari masalah gontok-gontokan , kurang kerja sama, lebih suka mementingkan diri sendiri, golongan atau partai, sampai kepada bangsa yang sarat dengan korupsi, kolusi dan nepotisme. Persoalan ini muncul karena lunturnya nilai-nilai karakter bangsa yang diakui kebenarannya secara universal.
Karakter bangsa yang dimaksudkan adalah keseluruhan sifat yang mencakup perilaku, kebiasaan, kesukaan, kemampuan, bakat, potensi, nilai-nilai, dan pola piker yang dimiliki oleh sekelompok manusia yang mau bersatu, merasa dirinya bersatu, memiliki kesamaan nasib, asal, keturunan, bahasa, adat dan sejarah bangsa. Sekurang-kurangnya ada 17 nilai karakter bangsa yang diharapkan dapat dibangun oleh bangsa Indonesia.
Adapun nilai-nilai karakter bangsa yang dimaksud adalah iman, taqwa, berakhlak mulia, berilmu/berkeahlian, jujur, disiplin, demokratis, adil, bertanggung jawab, cinta tanah air, orientasi pada keunggulan, gotong royong, sehat, mandiri, kreatif, menghargai, dan cakap.
Khususnya bangsa Indonesia, upaya penanaman nilai-nilai karakter bangsa sebenarnya sudah dimulai sejak dicetuskannya Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, yang secara implicit ada kesamaan antara nilai-nilai pada biutir-butir Pancasila dengan nilai-nilai karakter bangsa.
Pembangunan karakter bangsa adalah upaya sadar untuk memperbaiki, meningkatkan seluruh perilaku yang mencakup adat istiadat, nilai-nilai, potensi, kemampuan, bakat dan pikiran bangsa Indonesia. Untuk membangun karakter bangsa, haruslah diawali dari lingkup yang terkecil. Khususnya di sekolah, ada baiknya kita menganalogikan proses pembelajaran di sekolah dengan proses kehidupan bangsa. Upaya mewujudkan nilai-nilai tersebut di atas dapat dilaksanakan melalui pembelajaran. Tentu saja pembelajaran yang dapat mengadopsi semua nilai-nilai karakter bangsa yang akan dibangun.

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Menurut saya, pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dengan berbagai model dan metodenya, dapat dijadikan sebagai alat untuk membangun karakter bangsa. Model-model pembelajaran dengan pendekatan kontekstual menekankan keterlibatan aktif siswa dalam belajar. Baik dalam tugas-tugas mandiri maupun kelompok.
Di samping itu, pembelajaran dengan pendekatan kontekstual memiliki tujuan dan komponen yangv sangat mendukung bagi terlaksannya nilai-nilai karakter bangsa.
Pertama, construcivism. Guru meyakinkan pada pikiran siswa bahwa ia akan belajar lebih bermakna jika ia mampu bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan membentuk atau membangun pengetahuan atau keterampilan barunya sendiri.
Kedua, inquiri. Guru dan siswa melaksanakan proses penemuan pengetahuan secara mandiri, dan menjadi inti dari pembelajaran kontekstual. Komponen ini sangat mendorong tumbuhnya nilai kemandirian pada siswa.
Ketiga, questioning. Guru dan siswa senantiasa mengembangkan pertanyaan agar menumbuhkan rasa ingin tahu. Komponen ini mendorong terwujudnya nilai orientasi pada keunggulan. Hal ini juga merupakan alat bagi siswa untuk dapat menyelesaikan masalah belajar ketika mendapati tantangan.
Keempat, learning community. Guru senantiasa membiasakan memabngun belajar kelompok, atau dapat juga berpasangan. Kemudia siswa dilatih dan dimantapkan pengetahuannya untuk bekerja secara perorangan. Komponen ini sangat penting bagi upaya terwujudnya nilai demokratis, menghargai, gotong royong, bertanggung jawab, dan orientasi pada keunggulan.
Kelima, modeling. Dalam sebuah pembelajaran keterampilan tertentu ada model yang bias ditiru, baik dari guru, siswa maupun alat peraga yang digunakan untuk mempermudah pemahaman siswa. Komponen ini dapat melahirkan nilai-nilai berakhlak mulia, iman, dan taqwa, cinta tanah air, dan kreatif. Hal ini dapat dipahami misalnya ketiga guru sejarah menerangkan figure Pangeran Diponegoro yang relegius berjuang dengan jiwa dan raga untuk menjaga martabat bangsa.
Keenam, reflection. Cara berfikir tentang apa yang baru dipelajari atau berfikir ke belakang tentang apa-apa yang sudah dilakukan. Refleksi dapat berupa pernyataan langsung tentang apa-apa yang diperolehnya pada hari itu, baik berupa catatan atau jurnal di buku siswa, kesan maupun saran siswa. Komponen ini dapat melahirkan kesadaran untuk senantiasa berinteropeksi diri setiap kali telah melakukan sesuatu.
Ketujuh, authentic assessment. Proses pengumpulan data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa, baik oleh guru maupun siswa. Khususnya bagi siswa, komponen ini membiasakan siswa untuk dapat mengukur diri apakah sudah baik? Apakah sudah maju? Apakah sudah berhasil? Adakah hambatan? Atau bagaimana cara mengatasi hambatan?
Anak kita yang sejak dini terbiasa dengan authentic assessment akan menjadi tulang punggung Negara dalam membangun bangsa.
Cepat atau lambat jika kita merasa bertanggung jawab untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa dalam semua sector kehidupan berbangsa dan bernegara, maka para pendidik senini mungkin harus menyisipkan nilai-nilai karakter bangsa. Nilai-nilai karakter ini bisa ditanamkan dalam pembelajaran dan juga dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti kegiatan pramuka, haiking, penghijauan, olah raga, dan lain-lain. Karena di sekolah, melalui wahana itulah kita dapat membangun karakter bangsa.
.

Wednesday, October 7, 2009

Ayo Belajar Geologi dan Jadi Ahli Gempa

Ayo Belajar Geologi dan Jadi Ahli Gempa

USGS
Bengkulu
/
Artikel Terkait:
Jakarta Tidak Mempunyai Episentrum Gempa
Jakarta Tak Miliki Potensi Pusat Gempa, tetapi Wajib Antisipasi
Patahan Lembang Perlu Diwaspadai
LIPI: Perlu Skenario Evakuasi Penanganan Gempa
LIPI: Antisipasi Gempa Sumatera Sudah Lebih Baik

Rabu, 7 Oktober 2009 | 05:04 WIB
Oleh NINOK LEKSONO

KOMPAS.com-Gempa bumi, (letusan) gunung berapi, dan tsunami sejak lama menimbulkan ketakutan dan (sekaligus) kekaguman dalam pikiran manusia, melahirkan mitos, legenda, dan banyak film bencana Hollywood. Kini, teknologi maju memungkinkan kita berlatih, mengukur, memantau, mengambil sampel, dan mencitra Bumi dan gerakannya seperti belum pernah terjadi sebelumnya…. (Dr Ellen J Prager, ”Furious Earth”, 2000)

Gempa demi gempa terkesan semakin rajin menyambangi Tanah Air. Di tengah era informasi dan maraknya industri media, serba hal mengenai gempa pun hadir ke jantung rumah tangga. Orang tua, orang muda, dan anak-anak yang selama ini kurang (atau bahkan tidak) memerhatikan soal-soal gempa kini banyak yang terpaku lama menyaksikan reportase dari wilayah bencana melalui TV atau membacanya di media cetak dan online.

Mula-mula yang muncul adalah ketakutan, membayangkan bagaimana kalau gempa terjadi di kotanya sendiri. Tentu selain itu juga rasa prihatin dan peduli atas bencana yang terjadi. Berikutnya, dari rasa peduli dan takut tadi muncul pula rasa ingin tahu tentang berbagai segi, menyangkut penyebab-penyebab terjadinya gempa, mana saja daerah yang rawan gempa, apakah gempa dapat diramalkan, atau bagaimana cara mengurangi akibat mematikan gempa.

Barangkali itu awal yang menarik bagi tumbuhnya minat terhadap ilmu-ilmu yang terkait dengan kegempaan, yang sebagian ada di ilmu geologi, juga di cabang-cabangnya, seperti seismologi, dan juga di geofisika. Harus diakui, hingga belum lama ini, ilmu tersebut masih sering dilihat dengan sebelah mata, sebagai ilmu yang kering, dan kurang banyak manfaatnya untuk dipelajari.

Kini, dengan sering terjadinya gempa dan semakin tumbuhnya kesadaran bahwa Tanah Air berada di jalur gempa dan gunung api yang dikenal sebagai Cincin Api, masyarakat semakin menyadari pentingnya ilmu-ilmu di atas.

Memang gempa tak akan memusnahkan bangsa Indonesia, kecuali mungkin yang disebabkan oleh gempa dan tsunami kosmik akibat wilayah Nusantara ditumbuk oleh asteroid atau komet besar. Namun, terus-menerus diguncang gempa—apalagi bila tanpa pembelajaran memadai untuk meminimalkan dampak—bisa menguras tenaga dan pikiran bangsa. Belum lagi harus diakui, ada kerugian materiil yang amat besar tiap kali terjadi gempa (atau letusan gunung berapi), plus biaya rehabilitasi dan rekonstruksi.

Melalui cinta ilmu geologi, pemahaman dan kearifan akan sifat dan perilaku Bumi meningkat. Berikutnya, risiko bencana dapat dikurangi, korban dapat diminimalkan, dan kerugian harta benda dapat ditekan.

Ilmu kebumian

Fokus bahasan kita kali ini pada ilmu geologi, yang mempelajari komposisi, struktur, proses, dan sejarah Bumi. Ilmuwan yang mendefinisikan geologi adalah Sir Charles Lyell pada tahun 1830. Semenjak saat itu, studi geologi diperluas sampai ke planet-planet lain dan satelitnya, yang lalu dikenal sebagai geologi keplanetan. Ada banyak cabang dalam geologi, antara lain geofisika, yang mempelajari fisika Bumi.

Melalui ilmu inilah orang mengenal lapisan-lapisan yang ada di Bumi, yakni kerak atau kulit, lalu mantel dan inti. Kerak bumi yang berwujud lempeng-lempeng ini rupanya telah bergerak ke sana-sini di permukaan Bumi setidaknya sejak 600 juta tahun terakhir—dan bisa jadi sejak beberapa miliar tahun sebelumnya (New York Public Library Science Desk Ref, 1995). Sekarang ini, setiap lempeng bergerak dengan kecepatan berbeda-beda, di antaranya ada yang dengan kecepatan 2,5 sentimeter per tahun.

Para ilmuwan yakin, pada masa lalu, sekitar 250 juta tahun silam, ada benua besar atau superkontinen yang dinamai Pangaea (Nama Pangaea diusulkan oleh geolog besar Alfred Wegener tahun 1915). Sekitar 180 juta tahun lalu, superkontinen ini pecah, menjadi Gondwanaland, atau Gondwana, dan Laurasia. Gondwana adalah kontinen hipotetis yang dibentuk dari bersatunya Amerika Selatan, Afrika, Australia, India, dan Antartika. Sementara Laurasia tersusun dari Amerika Utara dan Eurasia. Sekitar 65 juta tahun silam—masa sekitar punahnya dinosaurus—kedua kontinen itu mulai berpisah, perlahan-lahan membentuk tatanan seperti yang kita lihat sekarang ini.

Ada prediksi menarik: dalam 50 juta tahun dari sekarang, pantai barat Amerika Utara akan robek dari daratan utama (mainland), dan—ini dia—Australia akan bergerak ke utara dan bertubrukan dengan Indonesia. Sementara Afrika dan Asia akan terpisah di Laut Merah.

Riwayat menarik

Kini, ketika kita semakin mengakui pentingnya ilmu-ilmu alam, kebumian, baik juga dipikirkan cara untuk mengembangkan minat. Jangan sampai ironi yang ada sekarang ini berkepanjangan, di mana negara di Cincin Api hanya memiliki sejumlah kecil ahli, seperti hari-hari ini kita baca profilnya di harian ini. Mereka bekerja di sejumlah lembaga pendidikan dan penelitian seperti ITB, UGM, LIPI, dan BPPT.

Dengan frekuensi berita gempa yang tinggi akhir-akhir ini, terungkap pula sejumlah istilah dan teori fundamental dalam geologi, seperti intensitas gempa dalam skala Richter dan tentang lempeng tektonik.

Demi masa depan

Sebagaimana studi tentang hutan, iklim, atau vulkanologi, ilmuwan ahli gempa Indonesia punya peluang besar untuk berkontribusi dalam sains yang hebat ini karena Indonesia sering disebut sebagai laboratorium alam yang unik. Sumbangan ilmiah ini maknanya tidak saja sebatas pemerkayaan ilmu pengetahuan, tetapi juga terkait dengan masa depan manusia.

Dalam jangka dekat, peminat dan ilmuwan ahli gempa mungkin masih merasa tertantang untuk menjawab pertanyaan fundamental seperti ”dapatkah kita meramal terjadinya gempa?”

Saat ini jawabannya adalah ”mustahil” bila yang dimaksud adalah meramal ”hari, tanggal, dan jam berapa gempa akan terjadi”. Karena yang bisa diketahui baru wilayah mana yang akan terancam gempa dalam kurun 20-30 tahun mendatang, sebenarnya pekerjaan sudah menanti untuk menyiapkan segala sesuatunya. Tujuannya tidak lain untuk meminimalkan potensi kerusakan akibat gempa.

Mari kita sambut tantangan ilmu geologi untuk semakin memahami Bumi dan segala aktivitasnya. Kita yakin, dengan semakin bertambahnya ahli gempa, akan semakin nyaring suara yang mengingatkan bangsa Indonesia untuk selalu siaga menghadapi pergerakan lempeng tektonik jauh di bawah sana.



Sumber : Kompas Cetak

http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda

Saturday, September 19, 2009

SAYA MENGUCAPKAN:SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1434 H


MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
Semoga Allah SWT mengampuni dosa kita, menerima ibadah kita, memudahkan urusan kita dan mengabulkan do'a kita. Amin.......



BISMILLAH
Sepi yang istiqomah
Telah terhitung sebelas purnama
Ternyata kita belum bisa tengadah
Belum bisa apa-apa
Kalau tak ada lagi yang kumiliki
Bahkan akupun bukan milikku
Maka akan mencari

BISMILLAH
Di penghujung Ramadlan ini
Ku pasrahkan sujudku
Aku yakin
Kau ada bersama
Di bibir basah dengan Al-Husna
di setiap takbir keagungan-Nya
Allahu Akbar.....Allahu Akbar.......
Dalam do'a atas segala ampunannya

Taqoballahu minna wa minkum
Shiyamanaa Wa shiyamakum
Kullu'a Amin Wa antum bi khoirin
Minal Aizin wal faizin

KARSO MULYO SEKELUARGA


Sunday, September 13, 2009

Ketika Membaca, PR, dan Tes Masuk SD Jadi Bumerang

Wednesday, 19 August 2009

Dewasa ini berbagai tuntutan dalam dunia pendidikan mulai diberlakukan pada anak. Khususnya di tingkat TK. Salah satunya adalah bisa membaca, ketika anak menjelang SD. Kalau tidak, maka
SD yang bersangkutan tidak bisa menerima. Persyaratan tersebut tidak sesuai bila diberlakukan untuk Anak Usia Dini. Mereka mendaftar sekolah bukan untuk bekerja, tapi menuntut ilmu. Sungguh tidak masuk akal kalau anak yang datang untuk belajar harus melalui tes masuk. Bukankan tes seleksi lebih tepat diberlakukan di dunia kerja setelah anak dididik di lembaga sekolah. Apakah murid yang ingin belajar di sebuah sekolah perlu untuk diseleksi?Dengan adanya aturan tersebut, akhirnya guru TK mulai sibuk menyiapkan anak didik mereka supaya mereka segera bisa membaca. Cara-cara yang digunakan-pun terkesan instan. Seperti yang penulis sendiri pernah amati, salah satunya adalah mencongak atau dikte. Hal ini sungguh sulit untuk dilakukan anak-anak usia TK. Bahkan yang lebih lucu lagi, untuk mendukung upaya tersebut adalah pemberian PR menulis dan membaca. Entah lembaga SD mana yang mempelopori penentuan syarat “harus sudah bisa membaca” tersebut. Hal ini sangat memberatkan siswa.Sungguh ironis, namanya saja taman kanak-kanak, tapi modelnya sudah seperti SD kelas atas. Maka tak heran ketika sejumlah anak-anak yang duduk di bangku TK tiba-tiba saja mogok sekolah dengan alasan bosan, seperti yang penulis pernah dengar langsung dari celetukannya. Diantara mereka bahkan ada yang sampai menangis. Ini membuktikan bahwa metode yang digunakan tidak bervariatif dan kurang bermakna khususnya bagi anak. Usia TK yang seharusnya usia bermain sekarang telah berevolusi menjadi usia belajar. Aspek moral, bahasa, kognitif, motorik, seni, sosial-emosional dan kemandirian, yang seharusnya dikembangkan di tingkat TK menjadi minim, karena tergusur oleh pengembangan kemampuan membaca dan menulis.Sebenarnya ada beberapa cara efektif dalam mengajarkan anak membaca. Seperti yang pernah diungkapkan oleh Pakar PAUD sekaligus Dosen FIP UNY, Dr. Sugito, MA, “Mengajari anak mulai membaca, tidak harus menunggu saat anak menginjak usia TK atau SD. Alangkah baiknya kalau anak diajarkan membaca sejak usia dini, semakin dini semakin baik, secara bertahap. Salah satunya dengan membacakan cerita atau dongeng, dan yang lebih penting adalah keteladanan orangtua dalam membaca. Kalau orangtua-nya saja tidak suka membaca maka bagaimana bisa memberi contoh pada anak untuk suka membaca.” Yang dimaksudkan disini adalah hendaknya para orangtua membudayakan tradisi membaca tidak hanya pada anak tapi juga pada diri sendiri. Dengan begitu dalam diri anak akan tumbuh kemauan untuk membaca seiring dengan bertambahnya usia. Selain itu beliau juga berpendapat bahwa Pekerjaan Rumah (PR) bagi anak usia pra-sekolah dipandang tidak perlu, karena akan membebani mereka. Hal senada juga pernah diungkapkan oleh pakar PAUD yang lain, yang mencontohkan bahwa bentuk PR yang bisa diberikan untuk anak usia dini antara lain: memberi makan binatang peliharaan, membantu orangtua menyiram bunga, atau merapikan tempat tidur. Dengan begitu secara tidak langsung mengembangkan aspek pertumbuhan—yang telah disebutkan di atas—kepada anak-anak ketika berada di rumah. Sehingga orangtua-pun juga akan terlibat secara kongkrit dan berperan penting dalam mendampingi anaknya. Dengan demikian komunikasi dan kerjasama antara orangtua dan guru dapat terjalin lebih erat dan produktif demi keberhasilan bersama.Cara lain yang bisa diterapkan adalah dengan mengenalkan kartu bergambar atau kartu huruf. Pengenalan dilakukan dengan pengucapan lafal secara jelas dan diulang-ulang. Metode ini akan lebih efektif dan menyenangkan bagi anak-anak bila nuansa bermain tetap diaplikasikan dalam proses pengenalan alpabet bergambar tersebut. Dengan begitu anak-anak akan tetap tertarik untuk belajar karena mereka merasa itu bagian dari dunia permainannya yang menyenangkan.Dengan demikian, relevan kiranya bila kita semua berharap para pendidik PAUD dan TK untuk rela meluangkan waktu demi meningkatkan kapasitasnya, dengan banyak menengok teori-teori tentang psikologi perkembangan anak dan pola pembelajaran Anak Usia Dini yang kini semakin berkembang. Dan akses terhadap materi-materi yang demikian telah tersedia begitu banyak dan gratis pada situs-situs di internet. Kini tinggal menunggu langkah mulia tersebut.
Posted by pelangi anak at 20:52 7 comments
Labels:

Tuesday, June 16, 2009

KIAT MENJADI GURU YANG KAYA

Mencari Makna Guru Kaya

Jika kita sesekali bercanda atau berdialog dengan teman-teman guru, baik disaat santai waktu istirahat PBM, MGMP maupun pertemuan-pertemuan lainya tentang guru yang kaya maka akan kita dapati beragam komentar tentang guru kaya. Diantaranya mereka akan berpendapat guru yang kaya itu adalah
guru yang gajinya mencukupi semua kebutuhan keluarga, guru yang besar gajinya, guru yang bisa memenuhi kebutuhan primer mapun sekudernya, guru yang dapat menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi, guru yang terhindar dari hutang yang besar untuk memenuhi kebutuhan primernya, dan seabrek pengertian lainnyayang dapat bermuara pada uang sebagai simbol kekuasaan materialistic. Sementara ada juga guru berpendapat bahwa pada situasi yang ada seperti sekarang ini, guru yang dapat dimaknai sebagai guru yang mampu mengendalikan kebutuhan yang mengharuskan mengeluarkan biaya yang diluar kemampuannya. Seperti menunda memiliki rumah daripada berhutang atau kredit rumah yang fasilitasnya tidak memadai yang memungkinkan berpikir untuk melengkapi fasilitasnya, tidak mengambilkredit sepeda motor apalagi mobil jika untuk kebutuhan makan saja pas-pasan, tidak perlu punya HP. Jika untuk membayar pulsa saja keberatan, atau seabrak bentuk pengeluaran lainnya yang membuatkan kemampuan untuk mencukupi kebtuhan pokok berkurang. Meskipun kepemilikan rumah, kendaraan untuk bekerja, HP untuk sarana komunikasi dan koordinasi sangat dibutuhkan. Melihat pendapat-pendapat yang beragam itu, lalu apa makna guru kaya yang tepat itu? Menurut Amir Tengku Ramly (2005:10) Guru kaya dapat diartikan dalam 4 hal utama terkait dengan dirinya dan dunia pengajaran : disebut guru kaya, bila seorang guru memiliki cara pandang bahwa jabatan guru dalah ”profesi”, karenanya ia senantiasa harus dilatih keahliannya sehingga melahirkan sosok guru pemilik (guru yang ahli, menjadi pusat intelektual dan mampu mengendalikan sistem) dan guru perancang (guru yang memahami makna profesinya, memiliki visi dan merancang pengajaranya secara hidup; (2) disebut Guru kaya, bila seorang guru memilki pola hubungan khusus dengan siswa yang mengedepankan sikap proaktif dan mentalitas yang kaya; (3) Disebut Guru kaya, bila seorang guru melakukan proses pengajaran yang senantiasa tidak mematikan potensi siswa dan terkait antara dunia pengajaran dengan dunia realitas , dan (4) disebut Guru Kaya, bila seorang guru mau senantiasa belajar dengan mensinergiskan otak kir, otak kanan, pancaindera dan hatinya untuk memperoleh sumber ilmu yang hakiki.

Kiat Guru Menjadi Guru Kaya Selama ini

Beragamnya pendapat tentang makna guru kaya ternyata berpengaruh pada kiat kebanyakan guru untuk menjadi guru kaya. Sebagaian besar guru menginkan menjadi guru kaya melaui usaha meningkatkan kesejahteraan. Seperti kita ketahui bersama bahwa ada beberapa guru untuk meningkatkan kesejahteraan dengan menjalankan usaha diluar. Ada yang melaksanakan les privat atau klasikal di rumah, ada yang membuka dealer kendaraan, ada yang makelar serba bisa, ada yang buruh rental, ada yang jualan di rumah, ada yang buka sewa kesenian organ tunggal, ada yang menjadi penyanyi panggilan dan lain sebagainnya. Itulah realitas yang kita jumpai didaerah kita. Kiat di atas tidak ada yang menyalahkan tetapi apakah kiat itu tepat.

Menimbang pengaruh kiat menjadi guru kaya melalui usaha peningkatan kesajahteraan.

Sebagaian yang menganggap boleh-boleh saja melaksankan usaha di luar sekolah untuk mewujudkan kiat meningkatkan kessejahteraan guru. Selama tidak menganggu tugas utama sebagai guru seperti mengajar dikelas, memenuhi administrasi sekolah, dan lain-lain. Namun kita pun perlu memikirkan sebuah pertanyaan ’’ bukankah setiap aktivitas manusisa pasti mencurahkan tenaga, waktu dan pikiran juga ada batasanya? Berawal dari pertanyaan itulah mungkin kita akan berandai-andai betapa nikmatnya hidup seorang guru yang dapat berkosentrasi penuh terhadap tugas utamanya mengajar dan mendidik, cukup waktu unuk menuliskan pengalaman membelajarkan siswa tanpa susah-susah menambah penghasilan dari usaha luar. Sebab dengan melakukan uasaha luar, fisik kita akan lebih mudah cepek dan pikiran kita juga akan mudah kelelahan karena kemampuan manusia terbatas. Sementara kalau kita cermati secara seksama makna guru kaya menurut Amir Tengku Ramly dalam bukunya Perubahan Paradigma to Be Quadran, memang sedikit memberikan ruang kepada kita untuk dapat bisnis/ usaha/ bekerja diluar sekolah untuk meningkatkan kesejahteraan demi pengakuan sebagai guru kaya. Penulis akan mengajak para pembaca untuk merenungkan bersama terhadap statemen bahwa bisnis/usaha/bekerja/ di luar sekolah cenderung akan menuntun guru bersikap materalistik dan seorang materialis tidak akan pernah merasa kaya sepanjang hidupnya. Ia secara kejiwaan akan selalu merasa kurang meskipun berlebihan materi. Orang kaya yang tudak merasa kemiskinannya. Inilah yang mendasari lahirnya mentalitas kaya yang merupakan bagian terpenting dari kekayaan itu sendiri. Disisi lain, penulis melihat kenyataan bahwa ada sebagian guru yang tampak tidak bisa hidup layak jika tidak sambil bekerja diluar sekolah. Penulis juga melihat kenyataan bahwa tidak sedikit guru yang secara kejiwaan kelelehan untuk mengajar karena gajinya minus. Penulis juga melihat kenyataan bahwa banyak SD yang siswanya makin lama makin tertinggal pengusaan pelajarannya sehingga giliran masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi mereka sangat berat mengikuti pelajaran.

Menjadi guru kaya di tengah upaya meningkatkan kesejahteraan dan Profisionalisme Guru.
Kalau kita memperhatikan uraian di atas, kita akan mendapati beberapa alur berpikir yang landasan sosiologinya berbeda. Ibarat dua orang yang berangkat dari dua kutub yang berlawanan (kutub utara dan kutub selatan) tetapi akan pergi dengan tujuan yang sama yaitu menjadi ”Guru Kaya”. Tanpa mengabaikan realitas hidup guru sekarang dapat menjadi guru yang kaya, kita memang benar-benar akan menjadi Guru Kaya sebenarnya (Guru kaya –Amir Tengku Ramly, red). Kutub utara akan diisi oleh semua guru di Indonesia dengan upaya-upayanya: (1) membangun mental penuh percaya diri, bangga dan senantiasa bergairah menjalani tugas profesinya, (2) mensyukuri nikmat yag diterima Tuhan, (3) mau mengubah nasibnya sendiri, (4) menjaga ketenangan jiwa dan berorentasi untuk ibadah kepada Allah SWT, (5) optimis dalam mengembangkan profesi melalui kebiasaan mengajar yang baik dan menulis pengalaman mengajar, serta (6) berusaha menempatkan profesi guru menjadi profesi terhormat diantara profesi lainnya. Sementara kutub selatan akan diisi oleh upaya-upaya pemerintah dan wakil rakyat dalam mensejahterakan guru atau mendukung terwjudnya guru yang kaya. Pemerintah dan wakil rakyat harus menjamin kesejahteraan guru agar guru di Indonesia memilki tenaga untuk meningkatkan mutu pendidikan. Selam guru belum mampu memenuhi kebutuhan primer saja dan memaksa guru bekerja di luar sekolah, maka selama itu pula pemerintah wakil rakyat dikatakan belum mampu memperjuangkan majunya dunia pendidikan di negara kita. Debat mengenai korelasi peningkatan mutu pendidikan dengan peningkatan kesejahteraan guru sudah lama dilakukan. Namun kita perlu belajar dari sejarah. Bagaimana dulu kondisi pendidikan di indonesia dibanding dengan negara-negara se-Asia. Lalu sekarang begaimana. Sebab program pemerintah yang ditempuh selama ini sebenarnya sudah tepat dan mendukung kemajuan pendidikan. Baik melalui program pendidikan dan pelatihan peningkatan mutu pendidikan bagi guru, kepala sekolah, pemilik, penjabat-penjabat penting lainnya di lingkungan Dinas Pendidikan, program bantuan block grant dan matching grand untuk pengadaan sarana dan prasarana sekolah, program peringanan biaya sekolah seperti BOS dan beasiswa, dan program-program stimulus lainnya seperti penghargaan guru /pengembangan profesi lewat even-even nasional (simposium Guru, lomba keberhasilan dalam pembelajaran, dll); dan tidak kalah pentingnya, pemerintah sekarang tengah memberikan tambahan kesejahteraan guru sejalan dengan status pengembangan profesi melalui sertifikasi. Semoga saja ini benar- pemberian tunjangannya tak kan terhenti siapapun nanti presiden yang terpilih. Karena akan memberikan spirit bagi guru-guru yang berpotensi. Jadi dibanding dengan negara Asean lainnya sebenarnya Indonesia tidak kalah di dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Hanya mungkin ada satu yang kurang (kesejahteraan guru), dan yang satu itu justru belum menjamin terwujudnya Guru Kaya sehingga upaya peningkatan mutu pendidikan baik oleh guru maupun pemerintah menjadi terhambat. Pemerintah belum saatnya berbangga hati dengan dapat meningkatkan gaji guru belum lama ini. Sudah saatnya pemerintah menempuh langkah riil untuk penuhi kesejahteraan guru semestinya. Guru di Indonesia tidak menghendaki gaji yang besar, tetapi hanya menghendaki gaji yang cukup untuk memenuhi kebutuhan primernya.sudah saatnya guru di Indonesia dilepaskan dari tekanan psikologis beban kehidupan primernya. Sudah berpuluh-puluh tahun mereka bersabar menghadapinya, sesabar mereka berusaha menjadi Guru Kaya yang sebenarnya (Guru kaya-Amir Tengku Ramly,red).

Friday, June 12, 2009

BERITA TERKINI DARI KOMPAS TENTANG SAINS

HUBBLE UNGKAP PULUHAN PERISTIWA TABRAKAN GALAKSI

NASA/ESA/the Hubble Heritage Team (STScI/AURA)-ESA/Hubble Collaboration/A. Evans (University of Virginia, Charlottesville/NRAO/Stony Brook University)
Bentuk seperti sayap burung ini adalah foto tabrakan galaksi yang disebut ESO 593-8 di kosntelasi Sagittarius 650 juta tahun cahay dari Bumi.
Minggu, 27 April 2008 21:11 WIB
Tabrakan antargalaksi bukan lagi peristiwa langka di luar angkasa dan dapat terjadi dalam banyak cara. Teleskop ruang angkasa Hubble telah mengungkap puluhan kejadian yang menakjubkan tersebut dalam sejumlah foto yang direkam sejak beroperasi.Peristiwa tersebut tentu lebih sering terjadi di awal perkembangan alam semesta. Saat itu ruang lebih sempit, jarak antara galaksi yang satu dengan lainnya lebih dekat sehingga peluang tabrakan lebih besar. Tabarkan galaksi dipicu gaya gravitasi atau tarik-menarik dari dua galaksi yang saling berdekatan. Biasanya, proses tabrakan diawali dengan pembentukan jembatan material, berupa rantai gas dan debu yang menghubungkan kedua galaksi. Meski pertemuan ini berjalan hingga ratusan kilometer per jam, proses tabrakan bisa berlangsung ratusan juta tahun. Gas dan debu akan berangsur-angsur terkumpul di inti galaksi. Saat kedua intinya sangat dekat,gas dan debu akan tertarik dengan sangat cepat dan menghasilkan getaran kuat yang tersebar ke segala arah. Kumpulan gas dan debu yang sangat pekat merupakan tempat kelahiran bintang-bintang baru yang berwarna biru saat masih muda. Proses interaksi yang dapat memicu tabrakan tidak berhenti saat ini. Galaksi Bima Sakti yang merupakan tempat tata surya kita berada, misalnya, diperkirakan akan bertabrakan dengan galaksi terdekat, andromeda, sekitar 2 miliar tahun lagi dan membentuk Milkomeda. Bima Sakti juga tengah menyedot galaksi lebih kecil yang disebut galaksi galaksi elips kerdil Sagitarius. Teleskop Hubble berhasil merekam tabrakan galaksi dalam berbagai tahap. Bentuknya juga sangat bervariasi, jika dilihat sekilas ada yang seperti sebuah sikat gigi, atau seekor burung hantu yang tengah terbang. Semuanya ada 59 foto tabrakan galaksi yang dirilis sejak Kamis (24/4) sebagai peringatan 18 tahun peluncuran Hubble.
Galaksi Bimasakti Terancam Ditabrak Awan Raksasa
Bill Saxton/NRAO/AUI/NSF
Awan Smith diperkirakan menabrak bagian piringan Galaksi Bimasakti pada lengan spiral Perseus.
Minggu, 13 Januari 2008 15:13 WIB
AUSTIN, MINGGU - Gumpalan awan raksasa yang mengandung gas hidrogen dalam volume sangat besar tengah melesat mendekati piringan Galaksi Bima Sakti, tempat tata surya kita berada. Tabrakan dahsyat yang diperkirakan terjadi antara 20-40 juta tahun lagi akan menghasilkan kembang api spektakuler di langit.
Objek tersebut diberi nama Awan Smith, diambil dari nama Gail Smith, seorang astronom AS yang mendeteksinya pertama kali pada tahun 1963 saat meneliti di Universitas Leiden, Belanda. Sejak ditemukan, para astronom masih berdebat apakah awan tersebut benar-benar mendekati galaksi Bimasakti atau menjauhinya.
Rekaman data yang ada selama ini masih terbatas dan tidak jelas apakah objek tersebut bagian dari kabut Bimasakti atau masih bergerak ke arahnya. Sejauh ini, para peneliti hanya mendeteksi gas dan tidak ada satupun bintang di dalamnya. Satu-satunya cara melihtanya adlah dengan teleskop radio karena gas dingin tidak memancarkan cahaya, tetapi memantulkan gelombang radio.
Jika dilihat dari Bumi, lebar gumpalan awan tersebut sebanding dengan 30 kali lebar Bulan. Dari kepala ke ujung ekornya cukup untuk menyelimuti rasi bintang Orion.
Hasil pengamatan baru menggunakan teleskop radio terkendali paling besar di dunia, Teleskop Green Bank (GBT) di Virginia Barat, AS, menunjukkan bahwa objek tersebut bergerak ke arah galaksi Bimasakti. Bahkan, seperti dilaporkan gabungan tim astronom dari Observatorium Astronomi Radio Nasional AS (NRAO) dan Universitas Winconsin Whitewater dalam pertemuan Masyarakat Astronomi Amerika ke-211 di Austin, Texas baru-baru ini, gaya dorongnya telah menyentuh kabut Bimasakti.
"Jika tabrakan terjadi, hal tersebut akan memicu lahirnya formasi bintang-bintang baru. Akan banyak bintang raksasa yang terbentuk, berumur pendek, dan meledak sebagai supernova yang memancarkan cahaya menyilaukan," ujar Ketua tim peneliti, DR. Felix Lockman, dari NRAO.
Sebab, Awan Smith membawa energi sangat besar berupa gas hidrogen yang cukup untuk membentuk jutaan bintang seukuran Matahari. Awan Smith merupakan gumpalan gas yang berukuran panjang mencapai 11.000 tahun cahaya dan lebar 2.500 tahun cahaya. Objek tersebut saat ini berada 40.000 tahun cahaya dari Bumi dan 8.000 tahun cahaya dari piringan Bimasakti.
Objek yang pantas disebut kabut monster di ruang kosmos ini bergerak dengan kecepatan 240 kilometer perdetik dan diperkirakan menabrak piringan galaksi Bimasakti dengan kemiringan 45 derajat. Tabrakan akan terjadi di pinggir piringan Bimasakti yang jarak ke pusatnya hampir sama dengan jarak tata surya kita ke pusat galaksi. Namun, posisinya jauh dari tata surya kita, diperkirakan berjarak 90 derajat terhadap pusat piringan.
"Kami tidak tahu dari mana asalnya, apalagi orbitnya membingungkan, namun kami katakan bahwa ia mulai berinteraksi dengan bagian terluar Bimasakti," tandas Lockman.
WAH Sumber : SPACE.COM

LEDAKAN BINTANG TERAMATI MATA TELANJANG
NASA
Ilustrasi saat bintang raksasa meledak dan memancarkan cahaya menyilaukan serta semua pertikelnya ke segala arah.

Minggu, 23 Maret 2008 12:08 WIB
JAKARTA, MINGGU - Satelit milik badan antariksa AS, NASA, mendeteksi ledakan kosmik paling terang yang pernah terpantau sejauh ini. Pengamat langit yang beruntung mungkin dapat melihat ledakan tersebut.Ledakan yang dipantau satelit Swift itu terjadi pada jarak 7,5 miliar tahun cahaya. Berkas cahaya yang dipancarakannya sedang dalam setengah perjalanan saat teramati sampai tak terihat sama sekali. Teleskop pada satelit tersebut menemukan ledakan yang diberi nama GRB 080319B ini Rabu (19/3), pada konstelasi Bootes. Sejumlah telekop di Bumi langsung disetel khusus untuk menyaksikan cahaya yang tersisa (afterglow) sesudah terjadinya ledakan.Saking kuatnya, cahaya yang dipancarkaannya mungkin dapat dilihat dengan mata telanjang dari Bumi. Jika orang kebetulan saja melihat ke tempat yang tepat pada saat yang tepat pula, mereka akan menyaksikan benda terjauh yang tampak oleh mata manusia hingga sejauh ini tanpa bantuan peralatan optik."Belum ada satupun obyek atau tipe ledakan yang dapat dilihat dengan mata telanjang pada jarak sejauh ini," kata anggota tim Swift, Stephen Holland, dari Pusat Penerbangan Antariksa Goddard, NASA, di Negara Bagian Maryland, AS , Kamis (20/3). Ledakan sinar gamma ini merupakan salah satu fenomena paling kuat yang dihasilkan di alam semesta setelah dentuman besar atau "Big Bang".Ledakan sinar gamma terjadi saat sebuah bintang raksasa telah kehabisan semua bahan bakarnya dan intinya runtuh, sehingga membentuk lubang hitam atau bintang netron. Peristiwa ini menghasilkan ledakan dahsyat, memancarkan cahaya sangat terang, dan melepaskan semua partikelnya ke segala arah. (AP/WAH)

ISU KIAMAT TAHUN 2012-INGATKAN BADAI MATAHARI
Rabu, 26 November 2008 13:07 WIB
Oleh Yuni Ikawati
Di internet saat ini tengah dibanjiri tulisan yang membahas prediksi suku Maya yang pernah hidup di selatan Meksiko atau Guatemala tentang kiamat yang bakal terjadi pada 21 Desember 2012.
Pada manuskrip peninggalan suku yang dikenal menguasai ilmu falak dan sistem penanggalan ini, disebutkan pada tanggal di atas akan muncul gelombang galaksi yang besar sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.
Di luar ramalan suku Maya yang belum diketahui dasar perhitungannya, menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975.
Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.
Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kehidupan atau kesehatan manusia. ”Karena gangguan magnet Bumi, pengguna alat pacu jantung dapat mengalami gangguan yang berarti,” ujar Sri.
Langkah antisipatif
Dari Matahari, miliaran partikel elektron sampai ke lapisan ionosfer Bumi dalam waktu empat hari, jelas Jiyo Harjosuwito, Kepala Kelompok Peneliti Ionosfer dan Propagasi Gelombang Radio. Dampak dari serbuan partikel elektron itu di kutub magnet Bumi berlangsung selama beberapa hari. Selama waktu itu dapat dilakukan langkah antisipatif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.
Mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, lanjut Bambang, Lapan tengah membangun pusat sistem pemantau cuaca antariksa terpadu di Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan Bandung. Obyek yang dipantau antara lain lapisan ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio. Sistem ini akan beroperasi penuh pada Januari 2009 mendatang.
Langkah antisipatif yang telah dilakukan Lapan adalah menghubungi pihak-pihak yang mungkin akan terkena dampak dari munculnya badai antariksa, yaitu Dephankam, TNI, Dephub, PLN, dan Depkominfo, serta pemerintah daerah. Saat ini pelatihan bagi aparat pemda yang mengoperasikan radio HF telah dilakukan sejak lama, kini telah ada sekitar 500 orang yang terlatih menghadapi gangguan sinyal radio.
Bambang mengimbau PLN agar melakukan langkah antisipatif dengan melakukan pemadaman sistem kelistrikan agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk. Untuk itu, sosialisasi harus dilakukan pada masyarakat bila langkah itu akan diambil.
Selain itu, penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan satelit GPS sebagai sistem navigasi hendaknya menggunakan sistem manual ketika badai antariksa terjadi, dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawat terbang.
Perubahan densitas elektron akibat cuaca antariksa, jelas peneliti dari PPSA Lapan, Effendi, dapat mengubah kecepatan gelombang radio ketika melewati ionosfer sehingga menimbulkan delai propagasi pada sinyal GPS.
Perubahan ini mengakibatkan penyimpangan pada penentuan jarak dan posisi. Selain itu, komponen mikroelektronika pada satelit navigasi dan komunikasi akan mengalami kerusakan sehingga mengalami percepatan masa pakai, sehingga bisa tak berfungsi lagi.
Saat ini Lapan telah mengembangkan pemodelan perencanaan penggunaan frekuensi untuk menghadapi gangguan tersebut untuk komunikasi radio HF. ”Saat ini tengah dipersiapkan pemodelan yang sama untuk bidang navigasi,” tutur Bambang.
Yuni Ikawati Sumber : Kompas Cetak

Lapan : 2012 bukan kiamat namun “hanya” badai matahari
Posted on 28 Nopember, 2008 by akbarindonesia
Ketika aku bertemu dengan seorang teman yang baru saja kembali dari sebuah kegiatan PPSDMS di Yogyakarta, layaknya bertemu dengan teman lainnya aku ngobrol-ngobrol dengan dia. Tetapi obrolan yang pertamanya menyenangkan tiba-tiba menjadi agak serius ketika dia bercerita tentang sebuah ramalan berdasarkan kalender suku maya yang mengatakan bahwa akan terjadi kiamat di tahun 2012.
Setelah mendengar cerita itu, sontak aku mulai penasaran akan ramalan itu, walaupun sebenarnya aku tidak suka dengan peramal. Kemudian aku mencoba mencari melalui jendela dunia tanpa batas (internet). Dari beberapa artikel(1,2,3,4) mengambil kesimpulan bahwa, sebenarnya bukan bumi yang mengalami kehancur-leburan, namun peradaban manusia saat ini akan berakhir untuk kemudian membentuk suatu peradaban manusia baru. Sebagaimana Yang Maha Kuasa telah menentukan hal yang sama pada peradaban-peradaban manusia sebelumnya, sebagai contoh peradaban Nabi Nuh as.
Namun diluar ramalan tersebut yang tidak ada dasarnya, sebenarnya beberapa badan penelitian antariksa luar negeri dan Indonesia sudah memprediksi akan terjadi suatu fenomena alam besar yang akan mempengaruhi kehidupan manusia. Dikutip dari situs harian kompas :
“menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975.”
Dari situs yang berbeda (detikinet.com), dijelaskan bahwa saat ini di matahari telah terjadi sebuah fenomena alam yang disebut bintik matahari.
“Bintik matahari ini adalah sinyal awal badai matahari yang intensitasnya akan terus meningkat dalam tahun-tahun mendatang,” tandas ilmuwan Douglas Biesecker dari Space Weather Prediction Center (SWPC) di NOAA.
Kemudian dalam halaman situs kompas tadi dijelaskan pula proses terbentuknya badai matahari.
Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.
Dalam halaman situs kompas itu juga disebutkan beberapa gangguan yang akan terjadi ketika bumi diterjang badai matahari.
Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kehidupan atau kesehatan manusia. ”Karena gangguan magnet Bumi, pengguna alat pacu jantung dapat mengalami gangguan yang berarti,” ujar Sri.
Dan juga dalam situs kompas namun dengan artikel yang berbeda juga diberitakan bahwa pada tahun 2003 ketika bumi dihantam badai matahari namun dengan skala kekuatan yang lebih kecil dari yang diprediksikan akan terjadi pada puncaknya pada tahun 2012.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebulan lalu Matahari berada dalam periode aktif, dan menyemburkan partikel-partikel bermuatan atau dikenal sebagai badai Matahari, dengan kekuatan sangat besar. Radiasi dan milyaran ton partikel bermuatan terlontar ke angkasa dengan kecepatan tinggi dan mencapai Bumi, juga Mars, sehingga instrumen Odyssey –yang telah mengorbit Mars selama dua tahun– ikut terkena dampaknya.
Kesimpulannya kembali kepada anda.
sumber :kompas.com(Badai Matahari Timbulkan Kerusakan pada Mars Odyssey)kompas.com(Isu Kiamat Tahun 2012 yang Meresahkan)detikinet.com(Matahari Badai, Telekomunikasi Dunia Lumpuh?)

Galaksi Bimasakti dan Andromeda Mendekat
nasa.gov
Rekaan galaksi Bimasakti

Kamis, 11 Juni 2009 09:09 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Data dari peneropongan puluhan teleskop raksasa di dunia telah mengungkap proses yang terjadi di jagat raya. Diketahui Galaksi Bimasakti dan Andromeda atau M31 bergerak mendekat. Dalam dua miliar tahun, dua galaksi itu akan mulai bertabrakan. Saat itu akan mengakibatkan kiamat bagi bumi yang berada di Galaksi Bimasakti.
Hal ini dilontarkan Tony Seno Hartono selaku National Technology Officer Microsoft Indonesia seusai penyerahan perangkat World Wide Telescope (WWT) kepada Direktur Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP Iptek) Finarya Legoh di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (10/6).
Perangkat WWT terdiri atas teleskop elektron yang dihubungkan dengan sistem komputer interaktif. Di dalamnya berisi database yang memuat paduan gambar benda-benda di antariksa yang diambil dari 21 teleskop yang tersebar di dunia. Pemaduan gambar yang jumlahnya mencapai jutaan itu dilakukan Jim Crey dari Microsoft. Data yang diberikan NASA untuk WWT atau publik merupakan data pemantauan enam bulan silam, kata Tony.
Dengan memadukan hasil peneropongan ini, selain kemungkinan tabrakan antargalaksi juga diketahui, bulan ternyata bergerak menjauh 3 sentimeter per hari. ”Dengan demikian, pada suatu ketika kita tak lagi melihat bulan dari permukaan Bumi dengan mata telanjang,” ujar Tony.
Staf Ahli Menteri Negara Riset dan Teknologi Engkos Koswara menjelaskan, selain ditempatkan di PP Iptek, perangkat WWT lebih dulu dioperasikan di Teropong Bintang Bosscha, Lembang, sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa Astronomi ITB. Perangkat WWT pertama kali diperkenalkan Bill Gates kepada Presiden RI ketika berkunjung ke Jakarta beberapa tahun lalu.
Dalam sambutannya, Finarya mengatakan, selain WWT di PP Iptek juga terdapat galeri astronomi dan beberapa teleskop matahari yang bisa digunakan pengunjung. Dalam menyambut tahun Astronomi Internasional pada 2009, PP Iptek juga menggelar beberapa kegiatan terkait, antara lain perkemahan siswa untuk melakukan peneropongan bintang malam hari.

Ditemukan, Lubang Hitam Supermasif
space.com
Lubang hitam supermasif yang ditemukan relatif dekat dengan galaksi raksasa M87, berjarak 50 juta tahun cahaya. Beratnya diperkirakan 6,4 miliar kali dibandingkan massa Matahari.
/
Rabu, 10 Juni 2009 09:22 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Yuni Ikawati
CALIFORNIA, KOMPAS.com — Lubang hitam supermasif ditemukan relatif dekat dengan galaksi raksasa M87, berjarak 50 juta tahun cahaya. Kemasifan blackhole atau sering disebut bintang hantu itu dua hingga tiga kali dibandingkan dengan yang pernah dibayangkan sebelumnya.
”Beratnya 6,4 miliar kali dibandingkan massa Matahari,” ujar Karl Gebhardt dari Universitas Texas di Austin, Amerika Serikat. Penemuan ini dilaporkan dalam pertemuan ke-214 Masyarakat Astronomi Amerika (AAS), Selasa (9/6) di California AS.
”Penemuan ini penting untuk mengetahui hubungan antara lubang hitam dan galaksi-galaksi,” kata Jens Thomas, peneliti di bidang Fisika Ekstraterestrial dari the Max Planck Institute Jerman. Dengan mengetahui hubungan ini, dapat diketahui lebih baik tentang pembentukan dan pertumbuhan galaksi-galaksi atau quasar yang tergolong kolosal sekitar 10 miliar massa Matahari.
Massa baru dari M87 berbasiskan sebuah model observasi terbaru dari Teleskop Gemini Utara di Hawaii, AS, dan didukung oleh teleskop sangat besar milik European Southern Observatory di Cile.

Roket Soyuz Bawa 3 Penghuni Baru Stasiun Antariksa
S. Corvaja/European Space Agency
Roket Soyuz diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan saat membawa tiga awak di wahana TMA 9 ke stasiun antariksa internasional (ISS) pada 15 April 2005.

Rabu, 27 Mei 2009 18:38 WIB
BAIKONUR, KOMPAS.com — Untuk pertama kalinya, stasiun antariksa internasional (ISS) akan dihuni enam orang atau dua kali lipat dari penghuninya sekarang. Kapsul ruang angkasa berisi tiga penghuni baru itu melesat hari Rabu (27/5).
Roket Soyuz buatan Rusia yang membawa kapsul tersebut meluncur mulus dari Kosmodrom Biakonur, Kazakhstan yang berada di tengah stepa di tengah hari. Sejumlah jurnalis, kerabat para astronot, termasuk Pangeran Philip dari Belgia turut menyaksikan peluncuran tersebut.
Seorang astronot dari Belgia, Frank De Winne, merupakan salah satu awak yang dikirim ke ISS. Ia mewakili Badan Antariksa Eropa (ESA) yang telah melibatkan diri secara aktif dalam program penelitian luar angkasa setelah menempatkan modul penelitian Colombus buatannya di ISS.
Selain Frank De Winne, dua orang awak lainnya masing-masing seorang astronot Kanada, Bob Thirsk, dan kosmonot Rusia, Roman Romanenko.

Untuk Pertama Kalinya Stasiun Antariksa Dihuni 6 Orang
NASA TV
Keenam awak stasiun antariksa internasional (ISS) di dalam modul Zvezda (dari kiri ke kanan) Robert Thirsk dari Canadian Space Agency (CSA), Michael Barratt dari NASA, Komandan Gennady Padalka dari Russia, Frank de Winne dari Belgia/European Space Agency (ESA), Koichi Wakata dari Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), dan Roman Romanenko dari Russian Federal Space Agency (Roskosmos).

Jumat, 29 Mei 2009 22:00 WIB
MOSKWA, KOMPAS.com — Seiring makin dekatnya penyelesaian pembangunannya, Stasiun Luar Angkasa Internasional atau International Space Station (ISS) untuk pertama kalinya dihuni 6 orang. Selama ini, hanya 3 orang yang bisa tinggal di sana.
"Saya kira dimulainya enam awak ini merupakan langkah terbesar. Kami sudah menunggunya sejak lama sekali," ujar Kirk Shireman, deputi manager program stasiun NASA.
Ketiga kru baru yang meluncur menggunakan kapsul Soyuz TMA-15 milik Rusia telah merapat di ISS, Jumat (29/5) pukul 17.34 WIB saat kedua wahana melayang di atas China pada ketinggian 354 kilometer.
Ketiga awak tersebut masing-masing kosmonot Rusia, Roman Romanenko; astronot Belgia, Frank de Winne, atas nama Badan Luar Angkasa Eropa; dan astronot Kanada, Robert Thirsk. Mereka bergabung dengan tiga awak yang bertugas saat ini, yakni kosmonot Rusia, Gennady Padalka, yang juga komandan ISS; astronot NASA, Michael Barratt; dan astronot Jepang, Koichi Wakata.
Keenam awak yang telah bergabung kini mendapat mandat dalam tim yang disebut Ekspedisi 20. Mereka merupakan tim terbesar yang pernah ada sejak ISS dibangun. Bahkan, tim ini telah merepresentasikan negara-negara yang bergabung dalam program pembangunan ISS, yakni AS, Rusia, Kanada, Jepang, dan 11 negara Eropa.
Pembangunan ISS dimulai tahun 1998 dimulai dengan peluncuran modul kendali bernama Zarya milik Rusia. Sebanyak dua modul lainnya masing-masing Unity milik AS dan Zvevda milik Rusia yang menjadi fondasi ruangan, kamar mandi, dapur, dan ruang makan menyusul tahun 2000 sekaligus dimulainya misi penempatan tiga awak.
Namun, program pembangunan sempat terhenti antara tahun 2003 dan 2005 sejak NASA menghentikan peluncuran karena insiden kecelakaan pesawat ulang alik Columbia. Setelah dilanjutkan kembali, sejumlah modul telah ditambahkan, seperti laboratorium Kido milik Jepang dan Colombus milik Eropa. Juga dipasang tambahan panel surya sebagai pembangkit energi, termasuk sistem penyaring keringat dan urine menjadi air siap minum untuk mengefisienkan sumber daya saat dihuni 6 awak. Saat ini, masih direncanakan beberapa kali peluncuran dan pembangunan dijadwalkan selesai tahun 2010.

Akhirnya, Perbaikan Teleskop Hubble Rampung Juga
NASA
Dua orang astronot melakukan spacewalk untuk memperbaiki teleskop ruang angkasa Hubble.

Selasa, 19 Mei 2009 03:42 WIB
CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com - Setelah bekerja keras selama lima hari terakhir, akhirnya misi perbaikan teleskop ruang angkasa Hubble selesai juga sesuai rencana. Perjuangan yang menegangkan itu diakhiri dengan pemasangan tiga lapisan pelindung panas dan radiasi yang akan memperkokoh daya tahan teleskop tersebut selama di ruang angkasa.
Hubble yang telah berumur 19 tahun kini punya energi baru untuk terus bekerja hingga 10 tahun ke depan. Para astronot yang menumpang pesawat ulang alik Atlantis telah memasang kamera baru yang dapat merekam objek lebih jauh, giroskop baru untuk memandu letaknya di ruang angkasa, spektograf baru, baterai baru, serta sensor baru menggantikan komponen-komponen yang rusak dan tak berfungsi.
Dari tujuh astronot yang ikut dalam misi, empat di antaranya merupakan spesialis spacewalk. Keempatnya secara bergantian telah menyelesaikan serangkaian tahap perbaikan dalam lima kali spacewalk. Setiap spacewalk dilakukan dua orang astronot dan rata-rata menghabiskan waktu sekitar 6-7 jam. Sementara astronot lainnya mendukung operasional dari kabin pesawat.
Dengan selesainya spacewalk kelima, tuntas sudah misi Atlantis STS-125. Meski tak seluruh pekerjaan sempurna, NASA menilai misi perbaikan Hubble ini 95 persen sukses. Selanjutnya, para astronot tengah bersiap-siap melepaskan diri dari badan Hubble dan kembali ke Bumi. Atlantis dijadwalkan mendarat kembali ke Kennedy Space Center, Florida pada Jumat (22/5) pukul 22.41 WIB.
Berikut tahap perbaikan teleskop Hubble:
Spacewalk 1, Kamis (14/5) dilakukan John Grunsfeld dan Andrew Feustel. Mereka berhasil memasang kamera baru, komputer baru yang memproses foto-foto, dok baru untuk memberi tempat wahana lain untuk merapat, dan melumasi engsel-sengsel di bagian yang dapat digerakkan.
Spacewalk 2, Jumat (15/5) dilakukan Michael Massimino dan Michael Good. Keduanya berhasil mengganti tiga pasang giroskop. Alat ini berfungsi mengatur posisi Hubble agar tetap berada di orbitnya, serta mengganti tiga baterai lama dengan yang baru.
Sempat terjadi beberapa kali insiden dalam spacewalk kedua. Pertama saat radio komunikasi Di awal misi, Massimino putus sehingga tak dapat mendengarkan perintah dari kabin Atlantis. Kedua, salah satu pasangan giroskop yang diganti punya bentuk berbeda. Ketiga, pintu ruang baterai yang berbeda ukuran. Namun semuanya teratasi dengan melakukan sedikit trik rekayasa teknik.
Spacewalk 3, Sabtu (16/5) dilakukan kembali John Grunsfeld dan Andrew Feustel. Kali ini mereka memasang spektograf COS (Cosmic Origins Spectograph). Alat tersebut menggantikan instrumen COSTAR yang tidak lagi diperlukan. COSTAR sebelumnya berfungsi mengoreksi hasil pemotretan yang blur.
Mereka juga mengganti empat kartu elektrik di Advanced Camera for Surveys yang rusak sejak tahun 2007. Namun, penggantian tersebut tak sepenuhnya sukses. Salah satunya tak bekerja.
Spacewalk 4, Minggu (17/5) dilakukan kembali oleh Michael Massimino dan Michael Good. Mereka berhasil memperbaiki catu daya pada spektograf STIS yang rusak sejak tahun 2004 meski sekali lagi harus dengan perjuangan berat. Massimino terpaksa menarik dengan sekuat tenaga penutup logamnya karena ada sekrup yang aus.
Spacewalk 5, Senin (18/5) dilakukan John Grunsfeld and Andrew Feustel. Kedua astronot mengganti tiga baterai yang menyimpan energi dari panel surya serta mengganti salah satu dari tiga sensor pemandu yang rusal. Sensor ini bekerja bersama untuk mengatur posisi terhadap bintang-bintang saat melakukan pengamatan agar presisi.

Lencana Facebook